Postingan

Ulasan Film Pangku: Rela Lakukan Apapun Demi Anak

Gambar
  Rasa excited karena berkesempatan nonton film debut pertama Reza Rahardian ini menyisakan renungan panjang di akhirnya. Bertepatan momen hari Kartini 2026, membuatku terdiam cukup lama untuk menyelami lagi perempuan dan ibu. Film dibuka dengan adegan Sartika, seorang perempuan hamil yang menumpang sopir truk, katanya mau mencari kerja. Apa saja. Ia diturunkan di suatu daerah karena orang bengkel yang bilang pada sopir itu kalau bawa perempuan hamil, apalagi yang tak jelas asal-usulnya itu bawa sial. Sartika berjalan sesuai petunjuk sopir tersebut, melewati remang-remang keramaian karaoke di suatu perkampungan pinggir pantai. Ia kemudian bertemu Ibu dan Bapak yang kelak menampungnya tinggal. Sartika berdiam di situ cukup lama sampai melahirkan Bayu, anaknya. Ibu, seorang penjaga warung kopi kecil dan Bapak yang pernah bekerja di pabrik plastik yang tutup pasca reformasi, kini mengumpulkan barang bekas. Sesekali Sartika membantu Bapak memburuh sawah seseorang. Menyadari u...

Batagor (Cerpen)

Gambar
  Ada satu makanan yang menyimpan sebuah cerita akan satu ketulusan yang hangat. Tentu cerita ini masih berkisar saat saya menjadi mahasiswa baru di sebuah kampus di kota asal salah seorang presiden Indonesia. Masa ketika segala harap masih demikian muluk-muluk, jarang bersinggung dengan realita. Sejak pagi Nisa sudah mewanti-wanti minta diantarkan datang ke kampus negeri terbesar di kota itu untuk menghadiri wisuda kakak sepupunya. Janji itu sebelumnya sudah diomongkan terus-menerus sejak hari-hari sebelumnya. Saya sebenarnya sedikit menyimpan ragu, lebih karena itu pertama kalinya saya datang ke wisuda seseorang.  Siang itu sedikit mendung, kami was-was bakal gerimis. Tapi janji adalah janji. Ternyata Nisa sudah berjanji untuk menghadiri wisuda itu, sampai menyiapkan buket bunga dan kado spesial yang dibungkus apik untuk sepupunya tersebut. Datanglah kami di kampus itu. Setelah memarkir motor, saya baru menyadari bahwa sepupunya Nisa itu adalah lulusan Fakultas Teknik. Kami ...

Ini Ayahku

Gambar
 Cerita ini akan saya buka dengan sebuah fakta bahwa ayah saya berzodiak Taurus. Lucu memang karena pada usia ini saya masih berusaha memahami ayah dengan mencocokkan karakter sesuai zodiak. Saya tidak percaya zodiak, tidak selalu karakter yang digambarkan sesuai dengan ayah saya. Tapi jika benar, saya akan menambahkannya untuk melukiskan citra ayah yang selama 24 tahun ini hidup bersama saya. Ayah saya anak ke-4 dari tujuh bersaudara. Anak tengah, tidak begitu spesial dalam keluarganya. Malah ketika ia menjadi PNS di umur 25 tahun, ayah harus menjadi generasi sandwich yang membantu adik-adiknya berdikari. Tidak banyak yang saya tahu tentang ayah diumur muda. Ia hanya selalu terlihat rapi, pekerjaannya di kantor, dan berkulit bersih yang menjadi daya tariknya dulu(kata ibu saya). Umur 32 ayah baru menikah dengan ibu. Selisih umur dengan ibu lumayan berjarak. Ayah adalah kepala keluarga yang bertanggungjawab secara umum. Seperti ayah-ayah orang jaman dulu. Ayah kaku, selalu benar, b...

Rayuan Putra Pantura (Cerpen)

Gambar
Sebagai mahasiswa baru di suatu kota yang sedang cukup berkembang ada baiknya kita mawas diri, karena ada kalanya urbanisasi juga membawa berbagai budaya-budaya baru bagi pergaulan kaum muda. Yang awalnya tabu, jadi banyak dibincangkan. Yang awalnya jarang, jadi sering dilakukan. Dan kita mustinya jangan terlalu gumunan, agar semakin banyak tahu, semakin tahu cara menghadapinya jika dihadapkan situasi yang sama. Sudah sering telinga saya mendapat cerita-cerita pergaulan yang mengkhawatirkan, bahwa si anu pacaran dengan sering staycation bareng. Si itu keciduk buffalogathering 😰Si itu adalah ani-ani atau simpanan.   Kasus mahasiswa putus kuliah karena hamidun bukan hal baru.   Yang lain kadang dimanfaatkan pacarnya secara finansial untuk tidak menyebut mok*nd*. Banyaknya kasus itu harusnya bikin kita hati-hati banget agar tidak salah pasangan. Saya kenal pertama kali dengan Mas Putra ketika dia ingin mutualan di akun private Instagram saya, tapi tidak saya konfirmasi melainkan...

Menyapa Kawan Lama (Cerpen)

Gambar
  Akhirnya saya memberanikan diri menulis ini saat situasi sudah lebih baik. Kemudian saya mendapati diri telah menjelma laksana air danau yang tenang. Begitulah kira-kira gambaran diri saya saat ini. Bekerja hampir dua tahun, menjadi pembelajar yang tak lelah-lelahnya mengenali kepingan diri. Memaafkan diri, mengikhlaskan semua yang terjadi, menjadi PR yang terus-menerus diremidi. Tentu agar semakin baik nilainya, semakin naik kelas jiwanya. Saya tergerak menulis ini setelah melihat kawan lama saya yang masih berjuang untuk ketenangan jiwanya. Betapa beban manusia itu berbeda-beda tiap porsinya. Untuk menghadapi itu, sebenarnya kita dibekali dengan kelebihan dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Kawan saya semasa di kampus dulu adalah orang yang pernah saya harapkan menjadi dia. Dia anak yang cantik alami, fitur wajahnya menarik, seru, mudah akrab dengan orang baru, bisa berbaur dengan banyak orang, dan tetap menjadi diri sendiri tiap waktu. Tidak ada jaim-jaimnya. Ketika ia harus...

Hubungan Rahasia (Cerpen)

Gambar
Perempuan itu menunduk dengan rambut tergerainya yang mulai kusut tertiup angin laut. Di beranda sebuah villa di Anyer yang menyepi itu, ia berjanji untuk mengungkapkan sebuah pengakuan besar yang telah dipendam bertahun lamanya. Sebuah pengakuan yang selama ini dikatakan memberati hatinya, menyesakkan jiwanya.  Villa yang kami sewa hampir berhadapan langsung dengan laut, sehingga angin laut leluasa membelai apapun yang dilaluinya. Bulir-bulir bening masih tersisa di sudut matanya. Sisanya kering tertiup angin meninggalkan bekas-bekas aliran di sepanjang pipinya yang penuh. Mata itu tampak lelah dan seakan ingin pulang. "Kamu ngga akan ngerti rasanya...", bisiknya tertahan. __________________________________________________________________________________ Maka akan kuceritakan padamu bagaimana semua ini bermula. Putri dan Satria adalah kedua orang yang kukenal sedari sekolah menengah. Mereka menjadi sepasang kekasih dan hampir sering melibatkanku di antaranya. Hingga dewasa k...

Mengapa Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (Resensi)

Gambar
  Setelah membaca Novel Kisah yang Pendek Untuk Cinta yang Panjang (2017) dari Puthut EA yang benar-benar mengena karena mengisahkan sepasang mantan kekasih yang bertemu lagi setelah puluhan tahun dan sedikit nostalgia kisah cinta masalalu mereka, aku baru tertarik untuk menguliti Novel prekuelnya Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2005). Padahal filmnya telah keluar tahun ini dan cukup ramai penonton. Kisah diawali dengan tokoh aku yang bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang pergi dan menikah dengan orang lain, meninggalkan dia terpuruk berbulan-bulan. Ia menyadari bahwa ternyata dirinya masih belum dapat sembuh sepenuhnya dari luka tersebut. Apalagi setelah perempuan itu mengakui masih mencintainya. Hal itu menjadi pukulan baru bagi tokoh aku yang sedang berusaha menyembuhkan dirinya. Ia bahkan menolak untuk berhubungan dengan orang baru demi menyadari bahwa mengalihkan keresahannya pada orang baru bukanlah jawaban yang tepat bagi trauma masalalunya. Kedekatannya dengan para per...

Tentang Sore: Istri dari Masa Depan (Ulasan)

Gambar
  Buat suamiku di masa depan... Aku penasaran apakah kamu juga menontonnya saat film itu rilis? Sepanjang film pikirku membayangkan bagaimana reaksimu menonton film itu. Apakah kamu hampir sama seperti Jo atau sebaliknya? Karena tema percintaan marriage itu kerasa lebih masuk diumur-umur ini. Apalagi pas udah sadar kalau pernikahan itu bukan cuma enaknya aja. Akhirnya bertemu lagi dengan "Kamu tahu mengapa senja menyenangkan? Kadang ia merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya."  Aku tidak pernah bisa membayangkan terbuat dari apa perempuan semacam Sore (jika benar ada orang seperti itu di dunia). Adegan dimana ia menyatakan itu bukan pertama kali ia melakukan timeloop itu kayak menyihirku jadi bengong beberapa saat. Itu juga menjadi kunci pertanyaan yang tak terjawab di web seriesnya. Jika versi webseries Sore baru pertama kali bertemu Jonathan saat lajang. Di film ini ternyata Sore telah melakukan berulang kali perjalanan d...

Untuk Putri (Cerpen)

Gambar
Mereka turun dari sepeda motor yang biasa, menuju tempat makan mahasiswa biasa: Warmindo di Jalan Menco pada malam yang biasa itu. Yang perempuan sedikit was-was akan akibat dari keputusan impulsifnya hari itu. Warmindo itu baru dibuka beberapa hari yang lalu sehingga relatif sepi dan belum banyak dikunjungi para mahasiswa. Desainnya lebih luas berupa tiga atau empat atap Joglo yang berderet dengan interior serba tradisional dan bangku dari kayu. Terdapat lampu kelap-kelip warna kekuningan yang membuat suasana makin hangat. Bagian paling depan berupa halaman yang cukup luas dengan ornamen bebatuan alam dan pohon-pohon yang rindang,  untuk area parkir. "Kita duduk dimana? mau di dalam saja?" "Iya boleh mbak," "Boleh aku sambil makan? aku belum sempat makan malam,"kata yang perempuan menatap penuh harap, kiranya agar lelaki itu tak keberatan. Lelaki itu melirik arlojinya yang menunjukkan pukul sepuluh malam lewat, sudah sangat larut untuk jam makan malam. ...

Tentang Ibu (Cerpen)

Gambar
  Kalau kami sedang ada dalam perjalanan ke suatu tempat yang memakan waktu berjam-jam. Seiring kendaraan kami melandai di jalan raya, biasanya ibu akan bercerita. Cerita ibu banyak sekali, tak akan ada habisnya. Tak akan kami bosan, meski ceritanya selalu diulang-ulang karena toh kami kadang melupakan cerita itu.  Setiap jalan yang kami lewati kadang membawa kenangan masa kecilnya kala zaman belum semaju ini. Kendaraan belum banyak dan canggih. Saat harus mengantarkan sanak saudara pergi berobat ke kota, dulu ibu berganti-ganti bus dan kendaraan.  Berjalan 1-3 kilometer adalah hal biasa baginya. Pun ia biasa membantu membawa hasil panen dari kebun/sawah dengan berjalan kaki, meski beberapa kejadian pernah sangat menggores hatinya.  Ibu pernah bercerita betapa ia sangat takut tiap harus mengambil air konsumsi rumah tangga dari sumber air. Ada titik tempat yang dipercaya angker, tiap langkahnya ke sana selalu diiringi degup jantung yang tak beraturan. Tapi ibu lakukan...

Buku yang Tidak Lagi Dibaca (Cerpen)

Gambar
  Malam ini lagi-lagi aku hanya bertemankan bosan. Terjebak dalam rutinitas harian kerja-pulang-rumah dalam ritme yang statis benar-benar membikin mati kutu. Menyisakan malam yang beku. Juga mematikan rasaku sedikit demi sedikit. Tubuh yang mudah lelah diusia muda. Keinginan untuk berlari kencang ke depan, sekaligus ingin selalu berpijak hari ini. Aku bak terombang-ambing di lautan ambang, sementara yang kutunggu yang kian nampak batang hidungnya. ________________________________________________________________________________ Aku memilah-milah buku untuk sekadar membunuh waktu. Tak banyak yang menarik karena hampir semuanya telah usai dibaca. Beberapa yang favorit malah kerap dibaca ulang. Diberi garis dan catatan dibeberapa sisi.  Dulu aku ingat betul kebiasaan menggarisi dan memberi catatan kaki pada buku adalah kebiasaan seseorang yang kuadaptasi. Berkebalikan, aku awalnya sayang untuk membikin satupun coretan di sebuah buku, karena barangkali nanti buku itu akan berpindah...

Little Forest: Saat Hidup Mulai Terasa Berat

Gambar
  "For mom, the nature, cooking, and her love for me have been her little forest. I should find my own little forest too - Song Haewon" Apa yang akan kamu lakukan saat hidup mulai terasa berat? Song Haewon yang gagal pada ujian sertifikat guru di Seoul merasakan 'lapar' yang teramat. Ia bahkan tidak bisa berbicara pada pacarnya yang lolos pada ujian tersebut. Makanan instan di minimarket tempatnya bekerja seringkali basi dan tidak mengisi seleranya. Pada suatu malam di musim dingin, Haewon pulang ke kampung halamannya untuk menemukan jawaban. Di kampung halamannya, Mi Sung Li, Haewon bertemu lagi dengan teman masa kecilnya, Jaeha dan Eunsook. Juga menghadapi ingatan pada ibunya yang pergi secara mendadak tanpa memberitahunya. Tinggal di desa bagi Haewon menjadi healing tersendiri. Ia memasak makanannya sendiri. Alam menyajikan bahan makanan secara cuma-cuma dan musim yang berganti di desa adalah kesibukan yang tiada akhir bagi para petani.  Slow Living yang belakangan...

Nostalgia (Cerpen)

Gambar
Sebuah pusat perbelanjaan di kota kelahiran mantan presiden ke-7 yang padat. Matahari telah bergeser ke arah Barat sejak satu jam lalu, namun Kemala, anakku tidak menunjukkan tanda-tanda ingin pulang. Matanya masih melihat ke sana kemari, mencoba berbagai model sepatu yang lucu dan tentu saja sedang tren. Sementara kepadatan manusia membuatku tak berani jauh-jauh darinya. Seorang lelaki gempal tengah umur di section sepatu kulit, yang berjarak kurang dari satu meter membuatku terpana sesaat. Otakku membongkar nama-nama lama yang jarang berinteraksi, bahkan tak terdengar lagi puluhan tahun lamanya. Oh, betapa lekas tuanya ia, sekaligus tampak makmur sentosa raut wajahnya. Tak sengaja tatap kami bertemu. Ia tampak tertegun. Aku segera membuang pandang. Tak ada satu pun keinginan untuk mengalami kejadian luar biasa yang muluk-muluk. Segera setelah Kemala menemukan sepatu impiannya, kami pergi ke kassa untuk membayar. Aku hampir melupakan kejadian tersebut. "Pembayarannya sudah lunas ...

Resident Playbook: Saat Kamu Kerja Tapi Terpaksa

Gambar
  Berbeda sama "Hospital Playlist" yang menyoroti kehidupan para spesialis di Rs. Yulje, "Residen Playbook" menceritakan tentang para dokter residen tahun pertama di Rs. Yulje cabang Jongno. Oh Yiyoung menjadi pemeran utama series ini, seorang dokter residen yang ayahnya bangkrut karena teman terdekat menjadikan ia harus bekerja lagi di Rs. tempatnya dulu. Ia terpaksa karena harus membayar hutang 50 jt Won. Beruntung ia banyak dibantu oleh ipar kakaknya, Ku Do won. Selain Yiyoung, ada Kim Sabi yang kutu buku, Um Jaeil seorang mantan idol yang kadang ceroboh, dan Pyo Namkyung yang sering hedon. Yiyoung ini bener-bener representasi Gen z banget. Ia malas karena terpaksa kerja, tapi juga dilakukan sampai selesai. Ia dimarahi berkali-kali, tapi tetap masuk kerja seperti biasa. Ia tidak peduli pendapat orang tentangnya, tapi juga bisa membela diri saat terjadi salah paham dengan dr. Myeong. Berkat kesalahannya, ia malah mendapat banyak tugas dan kesempatan berpraktik ber...

Mengapa Tetap Bersama?

Gambar
"Tapi kenapa dulu kamu ngajak pindah rumah, Mas?" "Ya karena tidak baik untuk psikologismu," ______ Tinggal di rumah kita saat ini tidak pernah kami rencanakan. Ketika kukatakan ini, matamu tampak penuh tanya. Maka akan kuceritakan semuanya. Dulu waktu muda, saya tidak begitu akrab sama nenekmu. Hanya baru-baru ini setelah puluhan tahun, seiring bertambahnya umurmu, hubungan kami membaik. Tidak, tepatnya setelah nenekmu ditinggalkan suaminya. Setelah suaminya mengecewakannya, ia mulai mau singgah jika aku datang ke rumah ibu kandungku. Nenek yang kamu kenal itu sebenarnya ibu angkatku. Saya waktu itu masih belum pandai membawa diri, belum tahu cara menunjukkan gemati. Selain itu, banyak juga salah paham yang terjadi. Banyak juga suara-suara usil dari luar yang membikin kami tidak betah tinggal di kampung nenekmu.  Ayah kandungku ingin kami tetap bertempat tinggal di sana, agar dekat dengan sanak family. Tapi apakah dia tahu bagaimana perasaanku saat itu? Tidak mungk...

Daily Dose of Sunshine: Cinta Tanpa Syarat

Gambar
 Daily Dose of Sunshine yang menceritakan seorang perawat Jung Daeun yang baru berpindah ke bagian perawatan jiwa. Jung Daeun mengalami kesulitan beradaptasi di tempat barunya. Karena merawat orang yang sakit secara fisik ternyata berbeda dengan pasien yang sakit mental. Ia harus mempelajari tugas barunya, orang-orang di lingkungannya, rekan kerjanya, dan para pasien di sana. Ditambah rumor tentang Jung Daeun yang dianggap atasan dan rekan kerjanya terlalu baik hati sehingga membuat kerjanya lambat dan kurang efisien. Hal itu cukup menyulitkan mereka, Jung Daeun yang baru mengetahui hal itu merasa cukup terpukul. Kesalahan pertama di tempat kerjanya  membuat seorang pasien gagal dipindahkan ke tempat perawatan lain. Dari sanalah titik balik Jung Daeun menperbaiki dirinya dan terus belajar. Ia menemukan orang-orangnya yang mendukung Jung Daeun untuk terus semangat. Cerita Oh Rina, pasien bipolar yang merasa terkekang dan kehilangan kebahagiannya, Jung Haram yang mengidap depres...

Hospital Playlist: Dokter Juga Manusia

Gambar
  Barangkali kalau sempat menonton Series Hospital Playlist sampai 2 season, kayaknya aku bakal seterusnya menganggap dokter itu 'bukan manusia' harus dengan tanda kutip. Tapi karena dr. Ikjun kesayangan kita dan teman-temannya itu, dunia medis jadi terasa realistis sekaligus manusiawi.  Episode-episode awal kita dikenalkan dengan para dokter ajaib spesialis Rs. Yulje: dr. Lee Ikjun, dr. Chae Songhwa, dr. Kim Junwan, dr. Yang Seokhyong, dan dr. Andrea. Dokter anak yang penyayang dan tahu cara menghibur pasien anak. Dokter bedah syaraf yang sangat passionated dan jenius. Dokter obgyn yang terlihat cuek namun selalu menumbuhkan harapan bagi para ibu dan calon anak. Dokter Bedah Torakoplastik yang serba diandalkan. Dan Dokter Ikjun yang menjadi nama besar Rs. Yulje. Para dokter dengan dunia ilmiah yang sangat serius itu mengisi waktu luang mereka tiap pekannya dengan latihan band bersama.. Band yang mereka bentuk sejak sekolah kedokteran dulu. Dan band itu juga sebagai perjanjian...

Waktu dan Kamu

Gambar
  Melihat gambar-gambar lawasmu, aku jadi meyakini satu hal. Kalau kita bertemu saat itu, aku tidak mungkin menyukaimu! Di masa remajamu yang penuh petualangan berapi-api itu, aku adalah anak kecil yang baru memulai hidup. Kini saat nyalamu sudah lebih tenang, anak kecil itu senang menemukan cinta yang terasa tenang. Jarakmu yang begitu dekat baru terasa ketika takdir kita menyapa. Barangkali teori Benang Merah tidak sepenuhnya salah! Kamu kelihatan seperti orang yang berkebalikan denganku: Percaya diri, sedikit konyol dan berlebihan, tapi juga karismatik. Mungkin kata terakhir itu yang bikin aku sangat suka. Percakapan pertama kita yang kupikir mustahil ternyata bisa mengalir. Aku kagum pada caramu yang tenang menanggapiku, walau terkadang penasaranku begitu blak-blakan.  Maksudku, kalau aku jadi kamu, mungkin aku bakal sedikit tersinggung mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti yang kuajukan. Tapi kamu menjawabnya dengan baik.  Kamu terlihat seperti bocah dewasa yang men...

Ulasan Film Hati Suhita: Dalamnya Hati Perempuan

Gambar
Ada alasan yang besar kenapa film ini diberi judul dari nama pemeran utama wanitanya: Alina Suhita. Dewi Suhita, tokoh Majapahit yang menjadi referensi imajiner tokoh Alina Suhita menjadi garis besar bagaimana Alina harus menjalani 'perang' batin oleh perasaannya yang campur aduk oleh pernikahannya dengan Gus Birru.  Alina Suhita dan Gus Birru sama-sama berasal dari keluarga kyai pemilik pesantren, meski begitu mereka menjalani dua hidup yang berbeda. Gus Birru seorang aktivis kampus yang kemudian masih memegang idealismenya yang berkembang dengan paham tidak hanya ketimuran namun juga perkembangan dunia barat. Sedang Alina adalah seorang santriwati sederhana yang taat, namun tidak menutup diri pada dunia. Ia mampu menjalankan pola kehidupan pesantren yang taat namun juga terbuka pada perubahan. Alur film dibuat dengan masalah yang realistis yang banyak dijumpai dewasa ini, pernikahan oleh para calon penerus pesantren biasanya memang dilakukan dengan jalan perjodohan yang terka...

When Life Gives You Tangerine: Memahami Cintanya Baby Boomer

Gambar
  Barangkali ada banyak alasan kenapa kamu harus menyaksikan series Korea ini. Bersetting tahun 1950-an, series ini bukan lagi hanya sekadar membawa nostalgia. Tapi benar-benar menyadarkanku akan hidup. Sudut pandang orang-orang yang hidup di masalalu, yang senantiasa terikat norma-norma masalalu. Aku jadi sadar bahwa manusia tidak pernah jahat. Yang sering terjadi, keadaanlah yang mengeraskan hati mereka.  "When life gives you tangerines (lemons)" frasa yang dari dulu tak pernah selesai kumaknai. Jika hidup memberimu 'jeruk keprok', pastikan kamu mengolahnya dengan baik agar menjadi selai jeruk yang manis atau teh jeruk keprok yang hangat. Bagaimana untuk tetap bersikap positif dalam menjalani ujian hidup. Pov yang diambil dalam film yang menyorot kehidupan Aesun bikin aku mikir banget, kenapa generasi Baby Boomer itu tangguh-tangguh. Ternyata kehidupan yang mereka jalani tidak pernah mudah. Selesao dengan satu ujian, lantas disambung dengan ujian yang baru. Namun be...