Postingan

Bukan Demi Dewi (Cerpen)

Gambar
“Kalau ada perempuan yang bisa menggoyahkan hatiku, mungkin Nini orangnya. Tqpi lebih mudah untuk lelaki lain menggoyahkan hatiku.” Katanya Aki. ________________________________________________________________________________ Kamu tahu cerita rakyat Jawa Timur tentang kesenian Reog Ponorogo? Tahukah kamu, kalau Raja Kelanaswandana yang mempersunting Dewi Songgolanggit itu awalnya hanya tertarik pada laki-laki muda, atau parahnya anak-anak lelaki?  Dewi Songgolangit adalah satu-satunya obat yang bisa meluruskan hasrat Raja Kelanaswandana, demi itu Patih Bujang Ganong sampai mengerahkan seluruh pasukan dan rakyat negara untuk memenuhi syarat yang diajukan perempuan paling cantik di Jawa Timur pada saat itu. Tapi itu hanya cerita rakyat setempat yang dipercaya, yang telah diturun-temurunkan dari jaman nenek moyang kita berabad-abad lalu. Sedangkan aki di sini punya satu cerita yang hanya khusus buatmu saja. Aki seorang seniman, dosen seni, dan maestro tari lokalan di kabupaten ini. Da...

Pria Batam (Cerpen)

Gambar
  “Sebelum bertemu ayahmu, bunda harus mematahkan banyak hati lelaki yang baik terhadapku,”. ______________________________________________________________________________ Sejujurnya saat ini saya sudah lupa dengan nama aslinya, tapi ceritanya masih samar-samar teringat. Karena kamu sangat ingin mendengarnya, baiklah maka akan saya ceritakan. Saya mendapat kontaknya dari senior saya, saat harus mengurus kontributor opini untuk kolom media online yang saya urus.  Percakapan pertama adalah urusan serah terima tulisan. Setelah konfirmasi untuk pembayaran dan sebagainya, kadang kami komunikasi.  Saya sekedar menanyakan tulisan selanjutnya darinya yang bisa dimuat. Kadang dia menawarkan tulisannya lebih dulu. Dari percakapan itu, saya tahu bahwa ia seorang mahasiswa akhir dari UIN Jogja fakultas Teknik. Asalnya dari Batam, Kepulauan Riau. “Wah, jauhnya,” kata saya saat bertemu. “Iya, karena keterima kampus negeri, akhirnya orang tua mengizinkan. Walaupun saya ini anak bungsu,”...

Sastra Dama

Gambar
"Mau kuberitahu satu hal?" suara lembut itu tetap mengiang di antara sayup angin di beranda. Lelaki itu menoleh pada kekasih hatinya. Dua pasang mata yang berbicara lebih banyak dari yang mampu terucapkan. "Ada satu hari jauh sebelum kita bersama. Aku dihadapkan pilihan untuk menentukan hari-hariku ke depannya. Semuanya tampak menjanjikan dan mungkin menyenangkan. Tapi aku tahu bahwa harus memilihmu. Jika tidak memilihmu, kamu pasti akan bersedih. Aku tidak mau kamu bersedih, karena aku mencintaimu," ________________________________________________ Saya akan menceritakan padamu, karena kamu selalu ingin tahu dan banyak tanya. Hari pertama saya mengenal lelaki itu ketika saya menyadari bahwa ia termasuk yang paling muda di kantor, meski usianya tetap beberapa tahun di atas saya. Lelaki itu akan kita sebut Dama. Ada banyak yang saya amati dari tempat kerja saya yang baru, bagaimana lingkungannya, kehidupan sosialnya, termasuk karakter orang-orangnya. Ada satu hal tak ...

Ulasan Film Pangku: Rela Lakukan Apapun Demi Anak

Gambar
  Rasa excited karena berkesempatan nonton film debut pertama Reza Rahardian ini menyisakan renungan panjang di akhirnya. Bertepatan momen hari Kartini 2026, membuatku terdiam cukup lama untuk menyelami lagi perempuan dan ibu. Film dibuka dengan adegan Sartika, seorang perempuan hamil yang menumpang sopir truk, katanya mau mencari kerja. Apa saja. Ia diturunkan di suatu daerah karena orang bengkel yang bilang pada sopir itu kalau bawa perempuan hamil, apalagi yang tak jelas asal-usulnya itu bawa sial. Sartika berjalan sesuai petunjuk sopir tersebut, melewati remang-remang keramaian karaoke di suatu perkampungan pinggir pantai. Ia kemudian bertemu Ibu dan Bapak yang kelak menampungnya tinggal. Sartika berdiam di situ cukup lama sampai melahirkan Bayu, anaknya. Ibu, seorang penjaga warung kopi kecil dan Bapak yang pernah bekerja di pabrik plastik yang tutup pasca reformasi, kini mengumpulkan barang bekas. Sesekali Sartika membantu Bapak memburuh sawah seseorang. Menyadari u...

Batagor (Cerpen)

Gambar
  Ada satu makanan yang menyimpan sebuah cerita akan satu ketulusan yang hangat. Tentu cerita ini masih berkisar saat saya menjadi mahasiswa baru di sebuah kampus di kota asal salah seorang presiden Indonesia. Masa ketika segala harap masih demikian muluk-muluk, jarang bersinggung dengan realita. Sejak pagi Nisa sudah mewanti-wanti minta diantarkan datang ke kampus negeri terbesar di kota itu untuk menghadiri wisuda kakak sepupunya. Janji itu sebelumnya sudah diomongkan terus-menerus sejak hari-hari sebelumnya. Saya sebenarnya sedikit menyimpan ragu, lebih karena itu pertama kalinya saya datang ke wisuda seseorang.  Siang itu sedikit mendung, kami was-was bakal gerimis. Tapi janji adalah janji. Ternyata Nisa sudah berjanji untuk menghadiri wisuda itu, sampai menyiapkan buket bunga dan kado spesial yang dibungkus apik untuk sepupunya tersebut. Datanglah kami di kampus itu. Setelah memarkir motor, saya baru menyadari bahwa sepupunya Nisa itu adalah lulusan Fakultas Teknik. Kami ...

Ini Ayahku

Gambar
 Cerita ini akan saya buka dengan sebuah fakta bahwa ayah saya berzodiak Taurus. Lucu memang karena pada usia ini saya masih berusaha memahami ayah dengan mencocokkan karakter sesuai zodiak. Saya tidak percaya zodiak, tidak selalu karakter yang digambarkan sesuai dengan ayah saya. Tapi jika benar, saya akan menambahkannya untuk melukiskan citra ayah yang selama 24 tahun ini hidup bersama saya. Ayah saya anak ke-4 dari tujuh bersaudara. Anak tengah, tidak begitu spesial dalam keluarganya. Malah ketika ia menjadi PNS di umur 25 tahun, ayah harus menjadi generasi sandwich yang membantu adik-adiknya berdikari. Tidak banyak yang saya tahu tentang ayah diumur muda. Ia hanya selalu terlihat rapi, pekerjaannya di kantor, dan berkulit bersih yang menjadi daya tariknya dulu(kata ibu saya). Umur 32 ayah baru menikah dengan ibu. Selisih umur dengan ibu lumayan berjarak. Ayah adalah kepala keluarga yang bertanggungjawab secara umum. Seperti ayah-ayah orang jaman dulu. Ayah kaku, selalu benar, b...

Rayuan Putra Pantura (Cerpen)

Gambar
Sebagai mahasiswa baru di suatu kota yang sedang cukup berkembang ada baiknya kita mawas diri, karena ada kalanya urbanisasi juga membawa berbagai budaya-budaya baru bagi pergaulan kaum muda. Yang awalnya tabu, jadi banyak dibincangkan. Yang awalnya jarang, jadi sering dilakukan. Dan kita mustinya jangan terlalu gumunan, agar semakin banyak tahu, semakin tahu cara menghadapinya jika dihadapkan situasi yang sama. Sudah sering telinga saya mendapat cerita-cerita pergaulan yang mengkhawatirkan, bahwa si anu pacaran dengan sering staycation bareng. Si itu keciduk buffalogathering 😰Si itu adalah ani-ani atau simpanan.   Kasus mahasiswa putus kuliah karena hamidun bukan hal baru.   Yang lain kadang dimanfaatkan pacarnya secara finansial untuk tidak menyebut mok*nd*. Banyaknya kasus itu harusnya bikin kita hati-hati banget agar tidak salah pasangan. Saya kenal pertama kali dengan Mas Putra ketika dia ingin mutualan di akun private Instagram saya, tapi tidak saya konfirmasi melainkan...