Mengapa Tetap Bersama?
"Tapi kenapa dulu kamu ngajak pindah rumah, Mas?"
"Ya karena tidak baik untuk psikologismu,"
______
Tinggal di rumah kita saat ini tidak pernah kami rencanakan. Ketika kukatakan ini, matamu tampak penuh tanya. Maka akan kuceritakan semuanya.
Dulu waktu muda, saya tidak begitu akrab sama nenekmu. Hanya baru-baru ini setelah puluhan tahun, seiring bertambahnya umurmu, hubungan kami membaik. Tidak, tepatnya setelah nenekmu ditinggalkan suaminya. Setelah suaminya mengecewakannya, ia mulai mau singgah jika aku datang ke rumah ibu kandungku.
Nenek yang kamu kenal itu sebenarnya ibu angkatku. Saya waktu itu masih belum pandai membawa diri, belum tahu cara menunjukkan gemati. Selain itu, banyak juga salah paham yang terjadi. Banyak juga suara-suara usil dari luar yang membikin kami tidak betah tinggal di kampung nenekmu.
Ayah kandungku ingin kami tetap bertempat tinggal di sana, agar dekat dengan sanak family. Tapi apakah dia tahu bagaimana perasaanku saat itu? Tidak mungkin aku mengatakan semua yang terjadi dengan gamblang. sekurang-kurangnya aku merasa itu bukan hal yang tepat untuk kukeluhkan.
*Ia termenung sejenak, menghela satu tarikan napas.
Saat keadaan tak kunjung berubah. Akhirnya saya mengeluh pada ayahmu.
"Gimana ini, Mas?"
"Apa mau pindah ke rumah ibuku? Nanti kubuatkan rumah di sana," jawab ayahmu.
______

Komentar
Posting Komentar