Postingan

Ini Ayahku

Gambar
 Cerita ini akan saya buka dengan sebuah fakta bahwa ayah saya berzodiak Taurus. Lucu memang karena pada usia ini saya masih berusaha memahami ayah dengan mencocokkan karakter sesuai zodiak. Saya tidak percaya zodiak, tidak selalu karakter yang digambarkan sesuai dengan ayah saya. Tapi jika benar, saya akan menambahkannya untuk melukiskan citra ayah yang selama 24 tahun ini hidup bersama saya. Ayah saya anak ke-4 dari tujuh bersaudara. Anak tengah, tidak begitu spesial dalam keluarganya. Malah ketika ia menjadi PNS di umur 25 tahun, ayah harus menjadi generasi sandwich yang membantu adik-adiknya berdikari. Tidak banyak yang saya tahu tentang ayah diumur muda. Ia hanya selalu terlihat rapi, pekerjaannya di kantor, dan berkulit bersih yang menjadi daya tariknya dulu(kata ibu saya). Umur 32 ayah baru menikah dengan ibu. Selisih umur dengan ibu lumayan berjarak. Ayah adalah kepala keluarga yang bertanggungjawab secara umum. Seperti ayah-ayah orang jaman dulu. Ayah kaku, selalu benar, b...

Rayuan Putra Pantura (Cerpen)

Gambar
Sebagai mahasiswa baru di suatu kota yang sedang cukup berkembang ada baiknya kita mawas diri, karena ada kalanya urbanisasi juga membawa berbagai budaya-budaya baru bagi pergaulan kaum muda. Yang awalnya tabu, jadi banyak dibincangkan. Yang awalnya jarang, jadi sering dilakukan. Dan kita mustinya jangan terlalu gumunan, agar semakin banyak tahu, semakin tahu cara menghadapinya jika dihadapkan situasi yang sama. Sudah sering telinga saya mendapat cerita-cerita pergaulan yang mengkhawatirkan, bahwa si anu pacaran dengan sering staycation bareng. Si itu keciduk buffalogathering 😰Si itu adalah ani-ani atau simpanan.   Kasus mahasiswa putus kuliah karena hamidun bukan hal baru.   Yang lain kadang dimanfaatkan pacarnya secara finansial untuk tidak menyebut mok*nd*. Banyaknya kasus itu harusnya bikin kita hati-hati banget agar tidak salah pasangan. Saya kenal pertama kali dengan Mas Putra ketika dia ingin mutualan di akun private Instagram saya, tapi tidak saya konfirmasi melainkan...

Menyapa Kawan Lama (Cerpen)

Gambar
  Akhirnya saya memberanikan diri menulis ini saat situasi sudah lebih baik. Kemudian saya mendapati diri telah menjelma laksana air danau yang tenang. Begitulah kira-kira gambaran diri saya saat ini. Bekerja hampir dua tahun, menjadi pembelajar yang tak lelah-lelahnya mengenali kepingan diri. Memaafkan diri, mengikhlaskan semua yang terjadi, menjadi PR yang terus-menerus diremidi. Tentu agar semakin baik nilainya, semakin naik kelas jiwanya. Saya tergerak menulis ini setelah melihat kawan lama saya yang masih berjuang untuk ketenangan jiwanya. Betapa beban manusia itu berbeda-beda tiap porsinya. Untuk menghadapi itu, sebenarnya kita dibekali dengan kelebihan dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Kawan saya semasa di kampus dulu adalah orang yang pernah saya harapkan menjadi dia. Dia anak yang cantik alami, fitur wajahnya menarik, seru, mudah akrab dengan orang baru, bisa berbaur dengan banyak orang, dan tetap menjadi diri sendiri tiap waktu. Tidak ada jaim-jaimnya. Ketika ia harus...

Hubungan Rahasia (Cerpen)

Gambar
Perempuan itu menunduk dengan rambut tergerainya yang mulai kusut tertiup angin laut. Di beranda sebuah villa di Anyer yang menyepi itu, ia berjanji untuk mengungkapkan sebuah pengakuan besar yang telah dipendam bertahun lamanya. Sebuah pengakuan yang selama ini dikatakan memberati hatinya, menyesakkan jiwanya.  Villa yang kami sewa hampir berhadapan langsung dengan laut, sehingga angin laut leluasa membelai apapun yang dilaluinya. Bulir-bulir bening masih tersisa di sudut matanya. Sisanya kering tertiup angin meninggalkan bekas-bekas aliran di sepanjang pipinya yang penuh. Mata itu tampak lelah dan seakan ingin pulang. "Kamu ngga akan ngerti rasanya...", bisiknya tertahan. __________________________________________________________________________________ Maka akan kuceritakan padamu bagaimana semua ini bermula. Putri dan Satria adalah kedua orang yang kukenal sedari sekolah menengah. Mereka menjadi sepasang kekasih dan hampir sering melibatkanku di antaranya. Hingga dewasa k...

Mengapa Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (Resensi)

Gambar
  Setelah membaca Novel Kisah yang Pendek Untuk Cinta yang Panjang (2017) dari Puthut EA yang benar-benar mengena karena mengisahkan sepasang mantan kekasih yang bertemu lagi setelah puluhan tahun dan sedikit nostalgia kisah cinta masalalu mereka, aku baru tertarik untuk menguliti Novel prekuelnya Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2005). Padahal filmnya telah keluar tahun ini dan cukup ramai penonton. Kisah diawali dengan tokoh aku yang bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang pergi dan menikah dengan orang lain, meninggalkan dia terpuruk berbulan-bulan. Ia menyadari bahwa ternyata dirinya masih belum dapat sembuh sepenuhnya dari luka tersebut. Apalagi setelah perempuan itu mengakui masih mencintainya. Hal itu menjadi pukulan baru bagi tokoh aku yang sedang berusaha menyembuhkan dirinya. Ia bahkan menolak untuk berhubungan dengan orang baru demi menyadari bahwa mengalihkan keresahannya pada orang baru bukanlah jawaban yang tepat bagi trauma masalalunya. Kedekatannya dengan para per...

Tentang Sore: Istri dari Masa Depan (Ulasan)

Gambar
  Buat suamiku di masa depan... Aku penasaran apakah kamu juga menontonnya saat film itu rilis? Sepanjang film pikirku membayangkan bagaimana reaksimu menonton film itu. Apakah kamu hampir sama seperti Jo atau sebaliknya? Karena tema percintaan marriage itu kerasa lebih masuk diumur-umur ini. Apalagi pas udah sadar kalau pernikahan itu bukan cuma enaknya aja. Akhirnya bertemu lagi dengan "Kamu tahu mengapa senja menyenangkan? Kadang ia merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya."  Aku tidak pernah bisa membayangkan terbuat dari apa perempuan semacam Sore (jika benar ada orang seperti itu di dunia). Adegan dimana ia menyatakan itu bukan pertama kali ia melakukan timeloop itu kayak menyihirku jadi bengong beberapa saat. Itu juga menjadi kunci pertanyaan yang tak terjawab di web seriesnya. Jika versi webseries Sore baru pertama kali bertemu Jonathan saat lajang. Di film ini ternyata Sore telah melakukan berulang kali perjalanan d...

Untuk Putri (Cerpen)

Gambar
Mereka turun dari sepeda motor yang biasa, menuju tempat makan mahasiswa biasa: Warmindo di Jalan Menco pada malam yang biasa itu. Yang perempuan sedikit was-was akan akibat dari keputusan impulsifnya hari itu. Warmindo itu baru dibuka beberapa hari yang lalu sehingga relatif sepi dan belum banyak dikunjungi para mahasiswa. Desainnya lebih luas berupa tiga atau empat atap Joglo yang berderet dengan interior serba tradisional dan bangku dari kayu. Terdapat lampu kelap-kelip warna kekuningan yang membuat suasana makin hangat. Bagian paling depan berupa halaman yang cukup luas dengan ornamen bebatuan alam dan pohon-pohon yang rindang,  untuk area parkir. "Kita duduk dimana? mau di dalam saja?" "Iya boleh mbak," "Boleh aku sambil makan? aku belum sempat makan malam,"kata yang perempuan menatap penuh harap, kiranya agar lelaki itu tak keberatan. Lelaki itu melirik arlojinya yang menunjukkan pukul sepuluh malam lewat, sudah sangat larut untuk jam makan malam. ...