Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Nostalgia (Cerpen)

Gambar
Sebuah pusat perbelanjaan di kota kelahiran mantan presiden ke-7 yang padat. Matahari telah bergeser ke arah Barat sejak satu jam lalu, namun Kemala, anakku tidak menunjukkan tanda-tanda ingin pulang. Matanya masih melihat ke sana kemari, mencoba berbagai model sepatu yang lucu dan tentu saja sedang tren. Sementara kepadatan manusia membuatku tak berani jauh-jauh darinya. Seorang lelaki gempal tengah umur di section sepatu kulit, yang berjarak kurang dari satu meter membuatku terpana sesaat. Otakku membongkar nama-nama lama yang jarang berinteraksi, bahkan tak terdengar lagi puluhan tahun lamanya. Oh, betapa lekas tuanya ia, sekaligus tampak makmur sentosa raut wajahnya. Tak sengaja tatap kami bertemu. Ia tampak tertegun. Aku segera membuang pandang. Tak ada satu pun keinginan untuk mengalami kejadian luar biasa yang muluk-muluk. Segera setelah Kemala menemukan sepatu impiannya, kami pergi ke kassa untuk membayar. Aku hampir melupakan kejadian tersebut. "Pembayarannya sudah lunas ...

Resident Playbook: Saat Kamu Kerja Tapi Terpaksa

Gambar
  Berbeda sama "Hospital Playlist" yang menyoroti kehidupan para spesialis di Rs. Yulje, "Residen Playbook" menceritakan tentang para dokter residen tahun pertama di Rs. Yulje cabang Jongno. Oh Yiyoung menjadi pemeran utama series ini, seorang dokter residen yang ayahnya bangkrut karena teman terdekat menjadikan ia harus bekerja lagi di Rs. tempatnya dulu. Ia terpaksa karena harus membayar hutang 50 jt Won. Beruntung ia banyak dibantu oleh ipar kakaknya, Ku Do won. Selain Yiyoung, ada Kim Sabi yang kutu buku, Um Jaeil seorang mantan idol yang kadang ceroboh, dan Pyo Namkyung yang sering hedon. Yiyoung ini bener-bener representasi Gen z banget. Ia malas karena terpaksa kerja, tapi juga dilakukan sampai selesai. Ia dimarahi berkali-kali, tapi tetap masuk kerja seperti biasa. Ia tidak peduli pendapat orang tentangnya, tapi juga bisa membela diri saat terjadi salah paham dengan dr. Myeong. Berkat kesalahannya, ia malah mendapat banyak tugas dan kesempatan berpraktik ber...

Mengapa Tetap Bersama?

Gambar
"Tapi kenapa dulu kamu ngajak pindah rumah, Mas?" "Ya karena tidak baik untuk psikologismu," ______ Tinggal di rumah kita saat ini tidak pernah kami rencanakan. Ketika kukatakan ini, matamu tampak penuh tanya. Maka akan kuceritakan semuanya. Dulu waktu muda, saya tidak begitu akrab sama nenekmu. Hanya baru-baru ini setelah puluhan tahun, seiring bertambahnya umurmu, hubungan kami membaik. Tidak, tepatnya setelah nenekmu ditinggalkan suaminya. Setelah suaminya mengecewakannya, ia mulai mau singgah jika aku datang ke rumah ibu kandungku. Nenek yang kamu kenal itu sebenarnya ibu angkatku. Saya waktu itu masih belum pandai membawa diri, belum tahu cara menunjukkan gemati. Selain itu, banyak juga salah paham yang terjadi. Banyak juga suara-suara usil dari luar yang membikin kami tidak betah tinggal di kampung nenekmu.  Ayah kandungku ingin kami tetap bertempat tinggal di sana, agar dekat dengan sanak family. Tapi apakah dia tahu bagaimana perasaanku saat itu? Tidak mungk...

Daily Dose of Sunshine: Cinta Tanpa Syarat

Gambar
 Daily Dose of Sunshine yang menceritakan seorang perawat Jung Daeun yang baru berpindah ke bagian perawatan jiwa. Jung Daeun mengalami kesulitan beradaptasi di tempat barunya. Karena merawat orang yang sakit secara fisik ternyata berbeda dengan pasien yang sakit mental. Ia harus mempelajari tugas barunya, orang-orang di lingkungannya, rekan kerjanya, dan para pasien di sana. Ditambah rumor tentang Jung Daeun yang dianggap atasan dan rekan kerjanya terlalu baik hati sehingga membuat kerjanya lambat dan kurang efisien. Hal itu cukup menyulitkan mereka, Jung Daeun yang baru mengetahui hal itu merasa cukup terpukul. Kesalahan pertama di tempat kerjanya  membuat seorang pasien gagal dipindahkan ke tempat perawatan lain. Dari sanalah titik balik Jung Daeun menperbaiki dirinya dan terus belajar. Ia menemukan orang-orangnya yang mendukung Jung Daeun untuk terus semangat. Cerita Oh Rina, pasien bipolar yang merasa terkekang dan kehilangan kebahagiannya, Jung Haram yang mengidap depres...

Hospital Playlist: Dokter Juga Manusia

Gambar
  Barangkali kalau sempat menonton Series Hospital Playlist sampai 2 season, kayaknya aku bakal seterusnya menganggap dokter itu 'bukan manusia' harus dengan tanda kutip. Tapi karena dr. Ikjun kesayangan kita dan teman-temannya itu, dunia medis jadi terasa realistis sekaligus manusiawi.  Episode-episode awal kita dikenalkan dengan para dokter ajaib spesialis Rs. Yulje: dr. Lee Ikjun, dr. Chae Songhwa, dr. Kim Junwan, dr. Yang Seokhyong, dan dr. Andrea. Dokter anak yang penyayang dan tahu cara menghibur pasien anak. Dokter bedah syaraf yang sangat passionated dan jenius. Dokter obgyn yang terlihat cuek namun selalu menumbuhkan harapan bagi para ibu dan calon anak. Dokter Bedah Torakoplastik yang serba diandalkan. Dan Dokter Ikjun yang menjadi nama besar Rs. Yulje. Para dokter dengan dunia ilmiah yang sangat serius itu mengisi waktu luang mereka tiap pekannya dengan latihan band bersama.. Band yang mereka bentuk sejak sekolah kedokteran dulu. Dan band itu juga sebagai perjanjian...

Waktu dan Kamu

Gambar
  Melihat gambar-gambar lawasmu, aku jadi meyakini satu hal. Kalau kita bertemu saat itu, aku tidak mungkin menyukaimu! Di masa remajamu yang penuh petualangan berapi-api itu, aku adalah anak kecil yang baru memulai hidup. Kini saat nyalamu sudah lebih tenang, anak kecil itu senang menemukan cinta yang terasa tenang. Jarakmu yang begitu dekat baru terasa ketika takdir kita menyapa. Barangkali teori Benang Merah tidak sepenuhnya salah! Kamu kelihatan seperti orang yang berkebalikan denganku: Percaya diri, sedikit konyol dan berlebihan, tapi juga karismatik. Mungkin kata terakhir itu yang bikin aku sangat suka. Percakapan pertama kita yang kupikir mustahil ternyata bisa mengalir. Aku kagum pada caramu yang tenang menanggapiku, walau terkadang penasaranku begitu blak-blakan.  Maksudku, kalau aku jadi kamu, mungkin aku bakal sedikit tersinggung mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti yang kuajukan. Tapi kamu menjawabnya dengan baik.  Kamu terlihat seperti bocah dewasa yang men...