Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Film Bebas: Masa Jaya di SMA

Gambar
  Film ini entah gimana terlalu nyata untuk sekadar film. Dari Tokoh Vina Panduwinata, kita jadi tahu bahwa semakin naiknya usia kita kadang lupa siapa kita yang sebenarnya. Tergerus oleh peran sebagai istri siapa, sebagai ibu dari siapa, jabatannya apa, pekerjaannya apa.  Masa di SMA memang saat kita membangun jati diri, begitu jujur dan apa adanya. Seseorang cenderung berkumpul dengan orang-orang yang sefrekuensi. Vina beruntung dapat menemukan Krisdayanti, Jessika, Gina, Jojo, dan Suci.  Mereka menjalani masa muda penuh warna, mulai dari adaptasi Vina di ibukota, kisah cinta pertamanya dengan Jaka, sampai permusuhan antar gengnya. Vina yang awalnya tidak akur dengan Suci, seorang covergirl yang dikaguminya pun perlahan luluh dengan ketulusan Vina. Kris sebagai pemimpin geng Bebas, begitu mereka menamainya sangat melindungi Vina dann Suci yang terus diganggu oleh Andra, seorang berandalan kelas mereka. Seiring kebersamaan mereka, impian pun mulai berani mereka suarakan....

Menghirup Kehidupan dalam Gadis Kretek

Gambar
  "Kita semua punya titik terendah. Kalau orang menyebutnya luka, saya menyebutnya pelajaran. Sesuatu yang saya jadikan pegangan hidup tanpa rasa malu." - Jeng Yah - Walau cukup terlambat jauh dari tanggal rilisnya, Gadis Kretek menjadi salah satu series Indonesia yang membuka mata saya pada hidup. Dari pemilihan tema dan isu yang khusus dan sangat mencolok, ditunjang riset mendalam dari Kamila Andini (sutradara) akan sejarah industri rokok kretek yang marak persaingan sengit dan peristiwa tahun 65 yang menjadi latar konflik cerita. Ia tampil menjadi series yang kuat yang mampu merajai khazanah sinematik Indonesia. Series yang diadaptasi dari Novel Kumala ini, saya sudah yakin Gadis Kretek digarap dengan riset yang mendalam, dari pemilihan aktor dan aktris profesional, pemilihan setting, dan emosi yang ditampilkan adegan per adegan.  Cerita bermula tahun 2001 dimasa Suraja, pengusaha Kretek DR yang sedang sakit parah meminta anaknya yang bernama Lebas untuk mencari sosok Jeng...

Home Sweet Loan: Rumah dan Renungan Panjang

Gambar
Agak telat cukup jauh dari kapan waktu pertama kali film Home Sweet Loan dirilis, tapi memang baru berkesempatan nonton dan sedikit baper karenanya. Hubungan manusia itu memang sekompleks itu ya? Melihat keluarga besar Kaluna yang hidup di satu tempat yang sama, harus dealing dengan kepribadian banyak orang yang berbeda satu sama lain setiap harinya, bertahun-tahun. Apalagi fakta bahwa rumah itu adalah warisan Engkongnya, yang menunjukkan bahwa orangtua Kaluna pun tidak berkesempatan punya rumah sendiri. Dekade terakhir ini rumah memang bukan lagi suatu prioritas yang utama. Karena dengan ekonomi ini, rumah tidak pernah murah. Kesempatan untuk bertempat tinggal yang dimiliki sendiri bukanlah hal yang bisa dilakukan semua orang. Apalagi Jakarta yang menjadi setting tempat tinggal Kaluna dan keluarganya. Berbagai kesempatan untuk memiliki rumah sendiri kadang malah menjerumuskan, membawa pada kerugian yang lebih besar, jika tidak dilakukan dengan cermat dan hati-hati.  Dalam hal ini ...