Cerita Kamis Pagi
Aku terbangun lesu pukul 7 pagi lewat beberapa menit. Sudah ketiga kali terjaga, dihitung dari pukul 3 dan pukul 5 pagi tadi. Tidak seperti hari-hari yang sudah lalu, pagi ini perasaanku penuh. Sudah cukup lama aku tidak bangun dengan perasaan yang demikian. Biasalah, patah hati lagi. Tapi itu bukan hal yang mau aku ceritakan kali ini. Aku menunda-nunda bangkit, masih terbaring gulak-gulik di kamar indekosku yang senyap. Goresan mentari sebenarnya sudah molos dari kaca jendela yang menghadapku langsung. Kamar kos yang dirancang agar tetap terang sepanjang hari, demi menghemat biaya listrik dan lebih alamiah ini kadang menuntutku buat selalu bangun pagi. Kamar sebelah juga senyap, di loteng ini hanya ada kamar kami berdua. Perut yang mulai perih mengingatkanku bahwa semalam hanya sempat menyantap es krim. Tidak ada lagi yang kumasukan ke lambung, karena sudah berangkat tidur pukul 9 lewat. Tak urung aku menyesali kondisiku di saat-saat seperti ini. Kadang patah hati dapat sed...