Mengapa Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (Resensi)
Setelah membaca Novel Kisah yang Pendek Untuk Cinta yang Panjang (2017) dari Puthut EA yang benar-benar mengena karena mengisahkan sepasang mantan kekasih yang bertemu lagi setelah puluhan tahun dan sedikit nostalgia kisah cinta masalalu mereka, aku baru tertarik untuk menguliti Novel prekuelnya Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2005). Padahal filmnya telah keluar tahun ini dan cukup ramai penonton. Kisah diawali dengan tokoh aku yang bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang pergi dan menikah dengan orang lain, meninggalkan dia terpuruk berbulan-bulan. Ia menyadari bahwa ternyata dirinya masih belum dapat sembuh sepenuhnya dari luka tersebut. Apalagi setelah perempuan itu mengakui masih mencintainya. Hal itu menjadi pukulan baru bagi tokoh aku yang sedang berusaha menyembuhkan dirinya. Ia bahkan menolak untuk berhubungan dengan orang baru demi menyadari bahwa mengalihkan keresahannya pada orang baru bukanlah jawaban yang tepat bagi trauma masalalunya. Kedekatannya dengan para per...